Kepala Sekolah Pesantren Ma'rifatul Hikmah Ingatkan Pentingnya Bekal Akhirat

Religi 10 Jul 2026 15:38 • 2 min read • 580 views • By admin

Share berita ini

Kepala Sekolah Pesantren Ma'rifatul Hikmah Ingatkan Pentingnya Bekal Akhirat
Ustadz Yanda Hardiyansah, A.Md., S.Pd., mengingatkan pentingnya mempersiapkan bekal akhirat saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Nurul Hidayah, Dusun XV, Desa Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai(Istimewa)

Duta Nusantara News, Serdang Bedagai – Kepala Sekolah Pesantren Ma'rifatul Hikmah Serdang Bedagai, Ustadz Yanda Hardiyansah, A.Md., S.Pd., mengingatkan pentingnya mempersiapkan bekal akhirat saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Nurul Hidayah, Dusun XV, Desa Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat(10/7/2026).

 

Dalam khutbah bertajuk "Siapkah Kita Jika Jumat Ini Menjadi Jumat Terakhir dalam Kehidupan Kita", Ustadz Yanda mengajak jamaah untuk merenungkan bahwa kematian merupakan kepastian yang dapat datang kapan saja tanpa diketahui waktunya.

 

Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-'Ankabut ayat 57, ia menegaskan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian dan kembali kepada Allah SWT. Karena itu, setiap Muslim hendaknya senantiasa memperbaiki ibadah, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.

 

Kematian Tak Mengenal Usia dan Jabatan

 

Dalam khutbahnya, Ustadz Yanda mengajak jamaah bertanya kepada diri sendiri, bagaimana jika salat Jumat yang sedang dilaksanakan menjadi salat Jumat terakhir dalam kehidupan.

 

Menurutnya, kematian tidak mengenal usia, kesehatan, maupun kedudukan. Siapa pun dapat dipanggil Allah SWT kapan saja, sebagaimana dijelaskan dalam Surah An-Nisa ayat 78 bahwa kematian akan mendatangi manusia di mana pun mereka berada.

 

Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW yang menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak mengingat kematian sebagai pemutus segala kenikmatan dunia. Mengingat kematian, kata dia, bukan untuk menimbulkan rasa takut berlebihan, melainkan menjadi motivasi memperbaiki kualitas hidup dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

 

Muhasabah dan Taubat Sebelum Terlambat

 

Ustadz Yanda Hardiyansah mengajak seluruh jamaah memanfaatkan setiap kesempatan untuk bermuhasabah serta tidak menunda taubat dan amal kebajikan.

 

Ia mengingatkan pentingnya menjaga salat, memperbaiki akhlak, menghormati kedua orang tua, menjaga lisan, memperbanyak sedekah, serta meminta maaf kepada sesama sebelum datangnya ajal yang tidak dapat ditunda maupun dipercepat.

 

Khutbah ditutup dengan harapan agar seluruh kaum Muslimin memperoleh husnul khatimah, meninggal dunia dalam keadaan beriman, serta membawa amal saleh yang diterima Allah SWT.***(Sarifudin Sinaga)

Duta Nusantara News