Ketua Umum DPP AKPERSI Ingatkan Presiden Prabowo Terkait Istilah Londo Ireng untuk Media

Terkini 25 Jul 2026 19:10 • 2 min read • 396 views • By admin

Share berita ini

Ketua Umum DPP AKPERSI Ingatkan Presiden Prabowo Terkait Istilah Londo Ireng untuk Media
Ketua Umum DPP AKPERSI, Rino Triyono, menyampaikan pernyataan yang mengingatkan Presiden RI Prabowo Subianto agar tidak menggeneralisasi profesi wartawan dan media massa. Menurutnya, mayoritas insan pers di Indonesia tetap menjunjung tinggi nasionalisme, integritas, profesionalisme, serta menjalankan fungsi pers sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial(Foto: Dok DPP AKPERSI)

Duta Nusantara News,JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI), Rino Triyono, mengingatkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar tidak menggeneralisasi profesi wartawan dan media massa. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas pidato Presiden Prabowo dalam acara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sempat menyinggung istilah "londo ireng".

‎

‎Rino menegaskan bahwa insan pers di Indonesia tidak dapat disamaratakan. Menurutnya, mayoritas wartawan dan perusahaan media di Indonesia masih menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

‎

‎"Kami mengingatkan Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa tidak semua wartawan, jurnalis, maupun media adalah 'londo ireng'. Masih sangat banyak insan pers yang berjiwa nasionalis, idealis, berintegritas, dan profesional," ujar Rino dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

‎

‎Pers Sebagai Pilar Demokrasi dan Kontrol Sosial

‎

‎Rino menjelaskan bahwa fungsi pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga berperan sebagai sarana edukasi dan kontrol sosial.

‎

‎Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan media, selama didasarkan pada fakta dan data, merupakan bentuk kepedulian terhadap penyelenggaraan pemerintahan, bukan bentuk permusuhan.

‎

‎«"Kritik yang membangun merupakan bentuk kecintaan kepada bangsa dan negara. Wartawan yang profesional justru hadir untuk membantu mengingatkan apabila terdapat kebijakan yang perlu dievaluasi demi kepentingan rakyat," tambahnya.»

‎

‎Ajakan Menjaga Kode Etik Jurnalistik

‎

‎Meski memberikan catatan kritis terhadap pernyataan Kepala Negara, DPP AKPERSI menegaskan tetap menghormati Presiden Prabowo sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.

‎

‎Rino juga mengajak seluruh insan pers di Indonesia menjadikan momentum tersebut sebagai pemacu untuk terus meningkatkan kualitas produk jurnalistik. Ia mengimbau para jurnalis, pemilik perusahaan media, serta organisasi pers agar senantiasa menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ), menjaga independensi, serta memastikan setiap pemberitaan disajikan secara berimbang, akurat, dan akuntabel.

‎

‎Di akhir keterangannya, DPP AKPERSI berharap hubungan antara pemerintah dan media dapat terus terjalin secara harmonis melalui komunikasi yang sehat, demi menjaga stabilitas nasional serta memperkuat pilar demokrasi di Indonesia.***(Red)

Duta Nusantara News